Tolak Anggapan, "Laki-laki Tergantung Bagaimana Perempuan"
Teruntuk para Lelaki,
Di suatu malam, tante gue ngajak diskusi, dia bilang kalau dia gak setuju
dengan pernyataan bahwa, "Laki-laki itu tergantung dengan bagaimana
perempuannya".
Dan
gue pun mengiyakan pendapat dia. Gue ga setuju ketika ada cowok yang bilang, "cowok itu tergantung gimana ceweknya".
Cih,
lu olang belalti ga punya pendilian mah.
Laki-laki
itu harus punya pendirian, kuat dalam berprinsip.
Laki-laki
jadi imamnya, so, automatically perempuan makmum. Masa iye lu mau
tunduk
sama makmum?
Seperti
dalam keadaan sholat, imam salah, makmum yang benerin. Tugas makmum hanya
mengingatkan. Yang pimpin tetap imamnya.
Sama
halnya, ketika kita sedang menjalin hubungan dengan seseorang, kalo yang gue liat
ya ada beberapa laki-laki yang tunduk sama wanitanya. Gue ga setuju. Itu cowok
bisa-bisa bergantung sama wanitanya. Kasihan. Please gais, kalian laki-laki
harus kuat ga boleh lemah, dan bilang kalo, “laki-laki itu tergantung
ceweknya”. Halah, kalau menurut kacamata gue ya, cowok kayak gitu gak pantes jadi pemimpin. kalau dia masih bilang bergantung sama cewek, dia gak bisa dong me-manage dirinya sendiri. Oke, kalau kalian gak setuju dengan pendapat gue, tapi setidaknya
gue cuma ga pengen lagi ngeliat laki-laki itu lemah dan meye-meye, gak tegas
gitu loh. Iiih, kesel.
Tapi,
lagi-lagi kita emang gabisa memungkiri sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan si,
karna toh setiap orang tua pasti berbeda cara mendidik anaknya. Ada cowok
yang kalem, diem, rajin eh dapet
ceweknya yang keras, tegas dan kuat berprinsip. Ada.
Haduu,
sepertinya pendapat gue hanya terjadi pada kehidupan dan lingkungan gue aja.
Mungkin kebanyakan konsumsi sinetron, jadi begini bahasanya. Wkwk
Btw, alasan kenapa gue beranggapan bahwa laki-laki harus tegas adalah yaa supaya dia (cowok) belajar untuk mengajari,
membimbing, dan mengarahkan si perempuannya ke jalan yang bener. That’s it. Dan
lagi-lagi tugas wanita hanya menurut dan membenarkan perkataan si suami, if
you’ve had married. Tergantung situasi dan kondisinya ya, ada
saatnya wanita juga angkat bicara, APABILA, lelaki atau suaminya melakukan
kesalahan yang tidak bisa ditolerir.
Buat Batasan
Setelah
mengarungi perjalanan hidup, aseeek. Menurut gue, setiap orang harus membuat
batasan pada dirinya sendiri maupun orang lain. Ini penting banget nih! Why?
Biar kalian ga lazy and lay on the bed all day, yes! Apaansi bahasa lo. Maksudnya, biar kalian gak males dan tiduran terus di atas ranjang sepanjang hari. Begityu.
Jadi,
kenapa harus ada batasan? Agar supaya, kalian gak males2an, punya tujuan hidup
dan punya target yang kalian kejar. Bukankah disiplin itu harus di paksakan
sedini mungkin. So, ajarkan itu kepada semua orang yang kamu kenal ya.
Setidaknya itu bisa membuat mereka mencapai impiannya sedikit demi
sedikit.
Dan,
jangan lupa juga untuk memberikan batasan kepada orang lain. Agar orang lain
mengerti bagaimana harus memperlakukan anda dengan baik. Ketika orang lain
membuat batasan kepada Anda, terima saja. tapi jika hal itu tidak sesuai dengan
frekuensi dan selera Anda, Anda boleh mengurangi jadwal bertemu dengannya.
Bukannya benci atau tidak suka, hanya saja menghargai keputusan mereka. Sebab,
masing-masing kalian telah memiliki batasan.
Jika
suatu saat kalian menemukan seseorang yang berbeda prinsip dari karakter
kalian, kalian bisa memilih antara tetap tinggal atau meninggalkan.
Hanya
1 parameternya/standarisasi, kalau seseorang yang kalian temukan lebih buruk dari kalian,
tinggalkan. Jika lebih baik, pertahankan, sebisa mungkin. Niatkan pada hati
kalian untuk berubah menuju lebih baik juga. Memaksakan diri sendiri selama
masih bisa di atasi, tak masalah. Itu tahap Anda untuk mencapai level
berikutnya. Daripada kalian memilih yang ternyata karakternya lebih buruk dari
yang kalian bayangkan, mungkin kalian akan terbawa sifat buruknya dan malah
susah mengontrol diri ketika sedang jatuh.
Yak, mungkin itu aja yang mau saya celotehin
tentang sedikit kehidupan yang runyam nan rumit ini yaa. Hehew. Mon maap,
jika ada salah2 kataa.
See
you, guys~

Komentar
Posting Komentar