BANPOL
Bagi kalian yang berdomisili di Kelapa Dua dan sekitarnya, mungkin kalian sering lihat Bapak tua ini, Sapri namanya. Ia kini bertugas di sepanjang jalan Pasar Pal, Kelapa Dua, Depok.
Ia termasuk salah satu anggota BANPOL (Bantuan Polisi) yang masih konsisten menggeluti profesinya sejak 1995 hingga kini. Bapak dari 3 orang anak ini bertempat tinggal di Jalan Erawati Km 30, RT 004 RW 002 No 58, Cimanggis, Depok.
Selain ditugaskan di persimpangan pasar, sebelumnya Pak Sapri juga mengatur lalin di sekitaran Gereja Sanyo, Cimanggis. Pak Sapri mulai bekerja dari pagi hingga pukul 12 siang. Pekerjaannya juga sama, mengatur keluar-masuknya kendaraan dan membantu menyebrangi orang-orang sekitar. Namun untuk sekarang ini beliau tidak lagi bekerja di kawasan tersebut.
Profesinya sebagai anggota BANPOL berangkat dari kemauan hati Pak Sapri, yang gerah melihat lalu lintas tak teratur di jalanan. Oleh karena itu, beliau kemudian diangkat oleh Kepala Balai Desa setempat sejak tahun 1995. Membantu mengatur lalin di Jalan Raya Bogor, menyebrangi orang-orang dan barulah pada tahun 2005, beliau diangkat menjadi anggota BANPOL oleh Kapolres Depok sektor Cimanggis secara resmi.
Menurut pengakuannya, ada 7 orang temannya yang dulu ikut tergabung anggota BANPOL, tapi karena banyak dari mereka yang sudah tua dan penghasilan yang tidak tentu, maka 3 diantaranya tutup usia dan 4 kawan lainnya telah mengundurkan diri.
Beliau sendiri merasa senang melakukan pekerjaan tersebut karena kehadirannya diakui oleh Kapolres dan warga sekitar.
Istri beliau justru sangat mendukung usaha suaminya yang sedari dulu menekuni pekerjaan tersebut. Hanya saja polisi setempat -- yang juga ikut bertugas di persimpangan pasar menyerahkan semua keputusan dari Pak Sapri.
"Istri mah ga masalah mba, cuma kalau polisi tergantung saya. Masih mau lanjut bantu polisi ya silahkan, engga juga gapapa hehe", candanya saat ditanyai perihal pekerjaannya.
Jika beliau sudah tidak mampu, beliau tidak ditugaskan lagi. Mengingat kondisi fisik beliau yang semakin renta dan pekerjaan ini bersifat relawan maka Pak Sapri berhak mengundurkan diri kapanpun jika Ia mau.
Tetapi beliau sendiri enggan untuk berhenti, karena beliau merasa punya tanggung jawab di daerah kelahirannya sendiri. Lagipula, justru karena orang-orang tahu bahwa dia hanya membantu polisi dan tidak digaji, warga sekitar seringkali memberikan upah untuknya walau hanya seribu rupiah. Beliau tidak meminta kepada orang-orang tersebut. Namun secercah harapan dan doa tak luput Ia panjatkan kepada Yang Maha Pengasih.
Dan Tuhan memberikan imbalan kepada umatnya yang ikhlas. Terima kasih Pak!
Ini pesan Pak Sapri kepada pengguna kendaraan roda dua, terkadang kita memang kurang disiplin pada waktu sehingga kebanyakan orang pergi terlihat tergesa-gesa. Mau ke pasar buru-buru takut kehabisan stok belanja. Mau berangkat kerja buru-buru nguber waktu biar gak telat, anak sekolahan pun sama. Terlebih lagi kurangnya kesadaran pengguna motor yang mengabaikan keselamatan di jalan dengan tidak memakai helm. Padahal di daerah pasar sudah disiapkan pos polisi lalu lintas. Mungkin karena daerah pasar yang kebanyakan para pedagang dan bertempat tinggal di dekat kawasan pasar. Karena tidak mendapatkan teguran dari polisi, maka mereka biasa-biasa saja menyikapi hal sepele tersebut. Saya jadi ingat ada tulisan yang sekaligus menampar hati saya,
"Bukan membenarkan suatu kebiasaan, tetapi biasakan melakukan hal yang benar".
"Banyak ibu-ibu, bapak-bapak pada gak pakai helm, akhirnya dicontohin sama anak-anak sekolahan. Kalau anak-anak cewe kadang suka nyelip, ngikutin mobil sedan. Kalo gak sabaran gitu, kadang kaki sama tangan saya suka keserempet neng. Malah pernah waktu itu periwitan saya ketarik stang motor. Yaa, walaupun lukanya gak seberapa parah, tapi yang namanya kerja dari pagi sampe sore kan capek juga, neng. Ditambah lagi orang-orang yang pada susah dibilangin, kita mau marah juga gak enak, orangnya langsung pergi gitu aja", keluhnya.
So, guys hati-hati dalam berkendara ya. Jangan lupa pakai helm kemanapun kalian pergi. Karena kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, walau jarak gak seberapa keselamatan tetap nomor satu.
Salam BANPOL! 😊


Ia termasuk salah satu anggota BANPOL (Bantuan Polisi) yang masih konsisten menggeluti profesinya sejak 1995 hingga kini. Bapak dari 3 orang anak ini bertempat tinggal di Jalan Erawati Km 30, RT 004 RW 002 No 58, Cimanggis, Depok.
Selain ditugaskan di persimpangan pasar, sebelumnya Pak Sapri juga mengatur lalin di sekitaran Gereja Sanyo, Cimanggis. Pak Sapri mulai bekerja dari pagi hingga pukul 12 siang. Pekerjaannya juga sama, mengatur keluar-masuknya kendaraan dan membantu menyebrangi orang-orang sekitar. Namun untuk sekarang ini beliau tidak lagi bekerja di kawasan tersebut.
Profesinya sebagai anggota BANPOL berangkat dari kemauan hati Pak Sapri, yang gerah melihat lalu lintas tak teratur di jalanan. Oleh karena itu, beliau kemudian diangkat oleh Kepala Balai Desa setempat sejak tahun 1995. Membantu mengatur lalin di Jalan Raya Bogor, menyebrangi orang-orang dan barulah pada tahun 2005, beliau diangkat menjadi anggota BANPOL oleh Kapolres Depok sektor Cimanggis secara resmi.
Menurut pengakuannya, ada 7 orang temannya yang dulu ikut tergabung anggota BANPOL, tapi karena banyak dari mereka yang sudah tua dan penghasilan yang tidak tentu, maka 3 diantaranya tutup usia dan 4 kawan lainnya telah mengundurkan diri.
Beliau sendiri merasa senang melakukan pekerjaan tersebut karena kehadirannya diakui oleh Kapolres dan warga sekitar.
Istri beliau justru sangat mendukung usaha suaminya yang sedari dulu menekuni pekerjaan tersebut. Hanya saja polisi setempat -- yang juga ikut bertugas di persimpangan pasar menyerahkan semua keputusan dari Pak Sapri.
"Istri mah ga masalah mba, cuma kalau polisi tergantung saya. Masih mau lanjut bantu polisi ya silahkan, engga juga gapapa hehe", candanya saat ditanyai perihal pekerjaannya.
Jika beliau sudah tidak mampu, beliau tidak ditugaskan lagi. Mengingat kondisi fisik beliau yang semakin renta dan pekerjaan ini bersifat relawan maka Pak Sapri berhak mengundurkan diri kapanpun jika Ia mau.
Tetapi beliau sendiri enggan untuk berhenti, karena beliau merasa punya tanggung jawab di daerah kelahirannya sendiri. Lagipula, justru karena orang-orang tahu bahwa dia hanya membantu polisi dan tidak digaji, warga sekitar seringkali memberikan upah untuknya walau hanya seribu rupiah. Beliau tidak meminta kepada orang-orang tersebut. Namun secercah harapan dan doa tak luput Ia panjatkan kepada Yang Maha Pengasih.
Dan Tuhan memberikan imbalan kepada umatnya yang ikhlas. Terima kasih Pak!
Ini pesan Pak Sapri kepada pengguna kendaraan roda dua, terkadang kita memang kurang disiplin pada waktu sehingga kebanyakan orang pergi terlihat tergesa-gesa. Mau ke pasar buru-buru takut kehabisan stok belanja. Mau berangkat kerja buru-buru nguber waktu biar gak telat, anak sekolahan pun sama. Terlebih lagi kurangnya kesadaran pengguna motor yang mengabaikan keselamatan di jalan dengan tidak memakai helm. Padahal di daerah pasar sudah disiapkan pos polisi lalu lintas. Mungkin karena daerah pasar yang kebanyakan para pedagang dan bertempat tinggal di dekat kawasan pasar. Karena tidak mendapatkan teguran dari polisi, maka mereka biasa-biasa saja menyikapi hal sepele tersebut. Saya jadi ingat ada tulisan yang sekaligus menampar hati saya,
"Bukan membenarkan suatu kebiasaan, tetapi biasakan melakukan hal yang benar".
"Banyak ibu-ibu, bapak-bapak pada gak pakai helm, akhirnya dicontohin sama anak-anak sekolahan. Kalau anak-anak cewe kadang suka nyelip, ngikutin mobil sedan. Kalo gak sabaran gitu, kadang kaki sama tangan saya suka keserempet neng. Malah pernah waktu itu periwitan saya ketarik stang motor. Yaa, walaupun lukanya gak seberapa parah, tapi yang namanya kerja dari pagi sampe sore kan capek juga, neng. Ditambah lagi orang-orang yang pada susah dibilangin, kita mau marah juga gak enak, orangnya langsung pergi gitu aja", keluhnya.
So, guys hati-hati dalam berkendara ya. Jangan lupa pakai helm kemanapun kalian pergi. Karena kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, walau jarak gak seberapa keselamatan tetap nomor satu.
Salam BANPOL! 😊







Komentar
Posting Komentar