Tradisi Pawai Obor Sambut Ramadan


Ramadan, bulan yang dinanti-nantikan oleh kaum muslimin dan muslimat. Ramai-ramai orang bersorak menyambut bulan suci Ramadan, berharap mendapat ampunan dan hidayah dari Allah SWT. Mengisi waktu luang dengan doa-doa yang dipanjatkan.

Ada kebiasaan menarik yang dilakukan masyarakat menjelang bulan Ramadan, salah satunya mengadakan kegiatan pawai obor. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada warga akan datangnya bulan suci Ramadan.  Beberapa orangtua turut membawa putra-putri kecilnya memeriahkan kegiatan pawai obor. Tak ketinggalan juga remaja-remaja masjid  yang mengambil perannya untuk menjadi panitia penyelenggara di RT masing-masing. Mereka menyiapkan rute pawai, konsumsi peserta pawai obor, ceramah dari ustadz serta acara kecil-kecilan seperti Door Prize.

Pawai obor ini bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi, keharmonisan serta kekeluargaan antar warga. Ada beberapa wilayah yang menjadikan tradisi ini sebagai bentuk perlombaan, sehingga masyarakat dituntut untuk kreatif. Bukan hanya obor yang diperlihatkan tetapi ada pula ornamen-ornamen seperti masjid, ka’bah yang dibuat dengan hasil karya tangan sendiri, begitu juga dengan yel-yel yang peserta buat. Mereka beriringan  melewati kampung-kampung dengan pakaian muslim.

Pawai obor tidak hanya menjadi simbol kemeriahan bulan Ramadan, menurut pengakuan ketua RT 014 di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pawai obor tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan saja, namun juga diadakan pada hari-hari besar Islam lainnya. “Kalau di kampung saya dulu, pawai obor bukan hanya menyambut bulan Ramadan, bisa menyambut tahun baru Islam, maulidan dan pas acara tasyakuran 17 agustus,” ungkapnya.

Kegiatan pawai obor memang tidak merata dilakukan di JABODETABEK, tetapi kebiasaan rutin yang dilakukan setahun sekali ini memang tidak dielakkan lagi keberadaannya. Bahkan di daerah Tegal pawai obor ini masih menjadi tradisi yang tidak boleh ditinggalkan.

Seperti yang dilansir oleh detiknews.com, pawai sejuta obor dilaksanakan di Tegal untuk menyambut bulan Ramadan. Tak hanya itu, pawai ini juga membawa pesan semangat nasionalisme serta persatuan dan kesatuan.

Suasana riuh di sepanjang jalan Lenteng Agung malam itu mengalihkan perhatian para pengendara motor dan mobil. Banyak dari mereka yang berhenti sebentar untuk mengabadikan moment pawai obor.

Obor- obor di tangan bocah kecil, bedug yang dibawa bapak-bapak dan yel-yel yang dipandu oleh ibu-ibu serta remaja putri. Mereka tampak bersemangat, apalagi saat dilakukan penilaian di sejumlah titik temu. Mereka semakin keras menyenandungkan shalawat, semakin keras menabuh bedug dan semakin tinggi menunjukkan api obor yang dipegangnya. Ornamen masjid yang terbuat dari sterefoam bekas ditambah sedikit warna dan hiasan lampu di dalam masjid, mempercantik ornamen tersebut untuk dipertontonkan khalayak.

Komentar

Postingan Populer